Wally Funk, Pelopor Wanita di Antariksa dari Mercury 13, Meninggal Usia 87

Business266 Views

Wally Funk, salah satu anggota terakhir kelompok Mercury 13 yang juga sempat menjadi wanita tertua yang pernah terbang ke luar angkasa, meninggal dunia pada usia 87 tahun. Kabar ini tentu mengejutkan banyak penggemar eksplorasi antariksa yang mengikuti perjalanan panjangnya.

Funk dikenal karena kegigihannya sejak era 1960-an. Saat itu ia menjadi bagian dari program pelatihan yang melibatkan 13 pilot wanita berbakat. Meski program tersebut akhirnya tidak dilanjutkan oleh NASA, semangat Funk tidak pernah padam. Ia tetap aktif di dunia penerbangan dan terus berharap bisa suatu hari naik ke luar angkasa.

Pada 2021, impian itu akhirnya tercapai ketika ia ikut dalam penerbangan Blue Origin New Shepard. Saat itu usianya sudah 82 tahun, menjadikannya pemegang rekor wanita tertua yang pernah ke angkasa. Kutipannya yang terkenal, “I have been waiting a long time to finally get up there…”, menggambarkan betapa lama ia menanti momen tersebut.

Salah satu konteks penting yang perlu dicatat adalah bagaimana Mercury 13 mencerminkan hambatan gender di program antariksa awal. Kelompok ini dilatih secara mandiri oleh dokter dan pelatih penerbangan, namun tidak pernah mendapat kesempatan resmi dari lembaga pemerintah. Perjalanan Funk menunjukkan bahwa semangat individu bisa bertahan puluhan tahun hingga akhirnya didukung oleh perusahaan swasta seperti Blue Origin.

Dampak lain yang terlihat adalah perubahan cara pandang terhadap wisata antariksa. Penerbangan Funk membuka diskusi tentang batasan usia dan kesehatan dalam misi komersial. Banyak pihak mulai mempertimbangkan bahwa perjalanan singkat ke tepi angkasa bisa diakses oleh kelompok usia yang lebih beragam, bukan hanya astronot profesional muda.

Dalam dunia teknologi antariksa yang semakin didominasi perusahaan privat, kisah Funk menjadi pengingat bahwa inovasi tidak hanya soal roket dan mesin. Ia juga tentang orang-orang yang bertahan melewati era ketika peluang masih sangat terbatas. Warisannya terus hidup melalui generasi baru perempuan yang kini lebih mudah terlibat dalam bidang STEM dan eksplorasi luar angkasa.