Uni Eropa Desak Meta Nonaktifkan Auto-Play dan Infinite Scroll

Business264 Views

Uni Eropa lagi serius banget soal regulasi platform besar. Lewat Digital Services Act, Meta diminta mengubah fitur di Instagram dan Facebook yang bikin user betah berlama-lama. Dua fitur utama yang disorot adalah auto-play video dan infinite scroll.

Fitur-fitur ini memang dirancang untuk meningkatkan engagement. Tapi regulator Eropa melihatnya sebagai cara yang bisa mendorong kecanduan scrolling tanpa henti. Kalau Meta tidak mengubahnya, mereka berisiko kena denda yang nilainya bisa sangat besar.

Banyak pengguna sebenarnya sudah sadar bahwa mereka sering kehilangan waktu saat membuka feed. Auto-play membuat video langsung jalan tanpa perlu klik, sementara infinite scroll tidak pernah kasih titik berhenti yang jelas. Kombinasi ini membuat sesi penggunaan jadi lebih panjang dari yang direncanakan.

Salah satu konteks penting di balik aturan ini adalah kekhawatiran soal kesehatan mental anak muda. Banyak studi independen menunjukkan bahwa desain aplikasi seperti ini berkontribusi pada masalah tidur dan kecemasan. Uni Eropa ingin platform bertanggung jawab lebih besar terhadap dampak tersebut.

Dari sisi bisnis, perubahan ini bisa memengaruhi model pendapatan Meta yang sangat bergantung pada waktu yang dihabiskan user di aplikasi. Semakin lama orang scroll, semakin banyak iklan yang bisa ditampilkan. Jadi keputusan untuk mematikan fitur tersebut bukan hal sepele bagi perusahaan.

Selain itu, DSA juga membuka kemungkinan bagi negara anggota Uni Eropa untuk menerapkan aturan lebih ketat di tingkat lokal. Artinya Meta mungkin harus menyesuaikan pengalaman pengguna berbeda-beda tergantung wilayah, sesuatu yang secara teknis cukup rumit untuk dikelola.

Beberapa pihak berharap langkah ini bisa menjadi preseden bagi platform lain seperti TikTok atau YouTube. Kalau Meta harus mengubah desainnya, kompetitor mungkin akan mengikuti untuk menghindari masalah serupa di masa depan.

Secara keseluruhan, tekanan dari Uni Eropa ini menunjukkan bahwa era platform bebas aturan sudah mulai berakhir. Meta kini harus menyeimbangkan antara keinginan memaksimalkan engagement dengan kewajiban melindungi pengguna dari desain yang terlalu adiktif.